Lari Sprint: Peraturan Pertandingan dan Tekniknya

Lari Sprint: Peraturan Pertandingan dan Tekniknya – Lari sprint merupakan salah satu nomor lari dari cabang olahraga atletik. Sprint dilakukan dengan kekuatan dan kecepatan penuh dari garis start hingga garis finish.

Lari Sprint: Peraturan Pertandingan dan Tekniknya

finalmileracemanagement – Pada kejuaraan lari, pemenang cabang olahraga ini ditentukan dari catatan waktu tercepat.

Melansir kumparan, Sprint juga kerap dipertandingkan di tingkat nasional hingga internasional. Dalam perlombaan sprint, lintasan lari yang digunakan seorang atlet akan dibatasi dengan jarak tertentu sesuai kategori lomba yang diikuti.

Baca juga : Ingin Ikut Lomba Lari Maraton? Ini Tipsnya

Terdapat beberapa kategori sprint yang biasa dilombakan, yakni 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.
Biasanya, seorang atlet lari jarak pendek atau sprinter akan fokus di satu atau dua kategori lomba saja. Dalam cabang atletik, lari jarak pendek atau sprint adalah:

Aturan Perlombaan Lari Jarak Pendek Sprint adalah

Induk organisasi atletik Internasional IAAF (International Amateur Athletic Federation) membuat peraturan perlombaan yang dijadikan acuan bagi perlombaan lari sprint.

Aturan tersebut juga ikut dilaksanakan oleh PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) di tingkat nasional. Berikut ini adalah aturan perlombaan untuk lari sprint:

1. Ketentuan Perlombaan

Garis mulai serta finish selebar 5 centimeter siku- siku dengan batasan pinggir dalam jalan. Pinggir garis mulai serta pinggir garis finish terdekat jadi dimensi jarak kejuaraan.

  • Instruksi yang dipakai buat mengawali adu merupakan“ mau”,“ sedia” serta“ betul” ataupun suara beceng.
  • Dikala instruksi“ betul” ataupun suara beceng yang ditembakkan ke hawa, seluruh partisipan adu lari mulai berlari.
  • Partisipan yang membuat kekeliruan dikala mulai diserahkan peringatan maksimum 3 kali.
  • Pada kejuaraan besar lari sprint dicoba 4 langkah, ialah sesi awal, sesi kedua, sesi semifinal, serta sesi akhir.
  • Esoknya, hendak terjalin sesi awal bila jumlah partisipan banyak, juara I serta II masing- masing heat berkuasa maju ke sesi selanjutnya.

2. Hal yang Dikira Tidak Sah

Keadaan yang dikira tidak legal dalam lari jarak pendek merupakan:

  • Melaksanakan kekeliruan mulai lebih dari 3 kali.
  • Merambah jalan pelari lain.
  • Mengusik pelari lain.
  • Pergi dari jalan.
  • Teruji mengenakan obat ilegal.

3. Alat serta Perlengkapan yang Digunakan

Jalan dalam kejuaraan lari sprint luas jalan yang dipakai berdimensi 1, 22 m. Jauh lari membiasakan jenis yang diiringi oleh seseorang pelari.

Setelah itu, terdapat sebagian perlengkapan berarti yang dipakai dalam kejuaraan lari sprint, semacam sepatu spikes, stopwatch, bendera instruksi, mulai block, serta pilar finish.

Gerakan- gerakan Bawah dalam lari Sprint adalah

1. Metode Start

Bagi( Purnomo 2007: 23) seseorang pelari wajib melaksanakan perencanaan dini saat sebelum berlari ataupun dikenal mulai. Tujuan kuncinya merupakan memaksimalkan pola lari kilat.

Kemudian, mulai yang lazim digunakan dalam lari sprint merupakan selaku selanjutnya:

  • Mulai pendek( Bunch Mulai).
  • Mulai Menengah( Biasa Mulai).
  • Mulai Jauh( Long Mulai).

2. Metode Lari

Metode ini dipakai pelari buat memobilisasi daya serta kecekatan dengan metode berlari yang sudah dipelajari. Terdapat 2 langkah dalam berlari kilat, di antara lain merupakan:

Fase Topang

Fase topang terdiri dari topang depan serta topang sorong. Triknya merupakan berlabuh pada telapak kaki, setelah itu dengkul kaki topang bengkok wajib minimun pada dikala amortisasi, kaki gerak dipercepat, pinggang, sendi dengkul, serta mata kaki dari kaki topang wajib diluruskan kuat- kuat pada dikala bertolak. Berikutnya, pukang kaki diayunkan naik dengan kilat ke sesuatu posisi mendatar.

Fase Layang

Tujuan Fase layang merupakan mengoptimalkan desakan ke depan. Triknya melaksanakannya merupakan selaku selanjutnya:

  • Mengayunkan dengkul kaki, beranjak ke depan, serta ke atas.
  • Pada Fase penyembuhan, dengkul kaki topang bengkok, aksen buaian tangan aktif tetapi tenang.
  • Setelah itu, kaki topang beranjak ke balik.

3. Metode Finish

Seseorang sprinter wajib melampaui garis finish dengan kilat. Seseorang pelari diklaim finish bila sebagian bagian badannya telah dalam aspek lurus dari bagian terdekat garis finish.

Muhtar( 2011: 14) menarangkan, ada 3 metode pada dikala melampaui garis finish dalam lari jarak pendek ataupun sprinter, ialah:

  • Condongkan dada setelah itu menjatuhkannya ke depan.
  • Salah satu pundak dijatuhkan ke depan.
  • Sedini bisa jadi lari, hingga sebagian m garis finish terlampaui.
Please follow and like us: