Cedera Saat Berlari yang Paling Sering Terjadi

Cedera Saat Berlari yang Paling Sering Terjadi – Berlari ialah salah satu olahraga yang gampang buat dicoba. Tetapi, kegiatan ini pula sangat kerap menimbulkan cidera pada kaki. Cidera senantiasa bisa terjadi disaat berlari. Selanjutnya sebagian jenis cidera disaat lari serta tahap penindakan yang butuh Kamu tahu.

Cedera Saat Berlari yang Paling Sering Terjadi

finalmileracemanagement – Berlari tercantum olahraga aerobik yang memicu laju respirasi serta denyut jantung. Kegiatan ini pula sekalian menyehatkan jantung serta pembuluh darah dengan kurangi kandungan kolesterol kejam( LDL) dalam gerakan darah, semacam dituturkan dalam harian cetakan American Heart Association.

Melansir hellosehat, cidera lari dapat terjadi di bermacam bagian kaki yang biasanya diakibatkan oleh terdapatnya titik berat berlebih disaat berlari. cidera ini dapat melanda siapa saja, mulai dari pelari profesional yang sangat mendesakkan diri atau pendatang baru yang ototnya belum terbiasa berlari.

Baca juga : Manfaat Lari Marathon Yang Harus Kamu Ketahui

Mengidentifikasi tipe, pertanda, serta pemicu cidera disaat berlari pasti hendak mempermudah Kamu buat melaksanakan tahap penindakan yang pas, supaya Kamu kilat membaik serta berlari kembali.

Selanjutnya bermacam tipe cidera lari yang sangat kerap terjadi bersama tahap penindakannya.

1. Cedera lutut

cidera dengkul diketahui pula selaku runner’ s knee merupakan cidera yang terjadi disaat terjadi perpindahan tulang pada bagian dekat tulang dengkul. Situasi ini terjadi dampak jaringan tulang belia( cartilage) dengkul kehabisan kekokohannya. Sebagian aksi disaat berlari yang mengaitkan dengkul dapat menimbulkan perpindahan alhasil terjadi perih.

Bila Kamu hadapi perih di dekat dengkul sehabis berlari, lekas tangani cidera dengan jalani peregangan serta kompres es memakai handuk dalam sebagian kali satu hari. Tidak hanya itu, jauhi kegiatan berlari sepanjang Kamu sedang hadapi perih.

Bila situasi dengkul tidak menyambangi pulih ataupun apalagi memburuk dalam durasi lebih dari satu minggu, Kamu butuh pengecekan lebih lanjut ke dokter.

2. Plantar fasciitis

Plantar fasciitis ialah perih pada telapak kaki dampak inflamasi ataupun peradangan. cidera ini biasanya terjadi bila Kamu kerap berlari pada dataran yang tidak datar. Bagian telapak kaki yang memperoleh titik berat dari dataran dampak sepatu tidak bisa meresap titik berat jadi pemicu situasi ini.

Buat kurangi rasa sakit, pijatlah bagian telapak kaki Kamu dengan metode tiba serta menggulirkan bola tenis dalam posisi bersandar. Mengistirahatkan kaki sampai membaik pula Kamu percideran supaya cidera tidak tiba kembali.

3. Iliotibial band syndrome( ITBS)

Tipe cidera disaat berlari ini umumnya Kamu rasakan selaku kehebohan perih pada tendon yang mengaitkan tulang pukang( ilium) serta tulang dasar dengkul( tibia). Serupa perihalnya dengan cidera pada tendon yang lain, situasi ini diakibatkan inflamasi sebab kaki beranjak sangat cepat, berlari sangat kerap, ataupun situasi tulang serta otot pukang yang sangat lemas.

Relaksasi tendon sejauh tulang pukang serta tulang kering Kamu percideran buat kurangi titik berat. Maanfaatkan kompres es supaya tendon lebih kilat hadapi relaksasi. Penguatan otot serta pemanasan saat sebelum berlari hendak bermanfaat buat menjauhi rasa perih tiba kembali.

4. Achilles tendinitis

Achilles tendinitis ialah cidera otot calo pada kaki bagian balik( tendon). cidera ini umumnya diiringi dengan inflamasi yang menimbulkan rasa perih serta tendon jadi kelu. Aksi pencabutan yang berkali- kali, semacam disaat Kamu berlari jarak jauh pula dapat menimbulkan cidera pada tendon.

Penindakan yang sangat pas buat cidera dampak lari ini merupakan dengan metode mengistirahatkan kaki serta jauhi titik berat ataupun pencabutan berlebih pada tendon. Jalani relaksasi dengan metode pijit lama- lama bagian yang cidera serta kompres dengan es.

Bila seketika terjadi kenaikan rasa perih diiringi pembengkakkan yang lebih akut, lekas konsultasikan ke dokter Kamu. Perihal ini dapat jadi tanda- tanda inflamasi tendon meningkat akut.

5. Shin splint( cidera tulang kering)

Shin split ataupun cidera tulang kering( tibia) diisyarati dengan perih serta pembengkakan di dasar dengkul pada bagian depan ataupun balik kaki. Rasa perih dapat bermacam- macam dampak cidera pada bagian tulang, otot, ataupun keduanya. Biasanya cidera ini diakibatkan oleh tulang yang menyambut titik berat berlebih kala Kamu berlari sangat lama ataupun dengan jarak sangat jauh.

cidera ini mengarah susah membaik serta menginginkan durasi yang lama buat kembali membaik seluruhnya. Kamu dapat merasakan kehebohan perih yang tiba kembali di setelah itu hari. Buat tahap dini pengobatan, cobalah mengistirahatkan kaki Kamu bila hadapi cidera. Bila telah pulih, mengurangi keseriusan berlari serta tingkatkan kembali dengan cara berangsur- angsur.

Permasalahan ini pula bisa jadi terjadi sebab Kamu salah memilah sepatu lari. Bila senantiasa merasa sakit sehabis rehat ataupun rasa perih tiba kembali, lekas konsultasikan ke dokter Kamu.

6. Blister( lenting)

Tidak hanya cidera lari pada otot serta tulang, dataran kulit kaki pula dapat hadapi cedera dengan pertanda berbentuk buih pada kulit bermuatan larutan. Blister ataupun lenting ini terjadi dampak gesekan dataran dalam sepatu dengan kulit.

Walaupun mengarah enteng, jauhi buat membongkar buih dengan cara terencana. Perihal ini sebab kulit yang mengelupas hendak menimbulkan cedera. Buat menanganinya, Kamu lumayan diamkan serta dalam sebagian hari blister lenyap sendirinya. Berikutnya, jauhi konsumsi sepatu tanpa baju kaki ataupun sepatu yang sangat kecil.

Please follow and like us: